Membingkai Alam Dengan Kaca ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik

Membingkai Alam Dengan Kaca ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik – Ada yang berbeda dari tampilan rumah ini dibanding rumah- rumah di sekitarnya. Itu yang rasakan saat datang pertama kali. Selain menjulang (tinggi), rumah ini juga terkesan sangat “transparan”. Hampir tak ada bagian dinding yang berbatasan dengan area luar rumah yang tertutup tembok secara penuh. Dinding kaca menggantikan tembok-tembok itu di banyak bagian.

Akibatnya, tembok rumah menjadi semacam bingkai yang memasukkan visual alam yang ada di sekeliling rumah ke dalam setiap ruang. Memanfaatkan Site Site rumah milik Fredy Chu (45) ini menghadap utara. Di sisi kiri rumah berhadapan langsung sebidang tanah yang menjadi jalan umum. Pengembang mengembangkan aturan, area yang langsung berhadapan dengan jalan umum ini tidak boleh ditutup dengan dinding solid.

Bagi sang pemilk rumah yang berkarakter energik, heboh, dan “ramai”, aturan ini sebuah keuntungan. Dengan area yang terbuka ke jalan, akan memberi kesempatan buatnya dan keluarga untuk bisa berinteraksi dengan alam dan penduduk sekitar. Namun, tentu sebuah tantangan buat Egha sang arsitek. “Area yang harus terbuka ini ada di sisi kiri rumah, yang artinya di bagian barat rumah. Tanpa dinding solid, maka rumah akan terpapar panas matahari di sore hari,” ucap Egha. Padahal, menurut Egha lagi, dalam rancangannya, ruang yang berbatasan dengan jalan ini adalah ruang keluarga yang dihadirkan untuk memfasilitasi aktivitas keluarga saat berkumpul.

Ia menambahkan, “Sisi keamanan juga harus dijaga mengingat area luar adalah jalan umum.” Dipagari Tanaman Material transparan adalah pilihan untuk mewujudkan desain terbuka ini. Deretan pintu lipat kaca diaplikasikan sebagai pengganti tembok. Untuk pengaman rumah, didirikan rangkaian wiremesh sebagai rangka untuk menjalarnya tanaman dinding.

Wiremesh ini juga sekaligus berfungsi sebagai pagar. Hasilnya, pagar tanaman ini justru menjadi salah satu focal point bagi rumah ini. Hadirnya tanaman, menjadi barrier yang mereduksi sinar matahari dan memberi kesejukan bagi lingkungan rumah. Elemen hijaunya memberi view menyegarkan jika dinikmati dari dalam rumah. Tak cukup dengan ini, sebuah kolam ikan dibuat melengkapi pagar tanaman.

Kehadiran elemen air pada kolam berperan sebagai cooler element bagi udara yang masuk ke dalam rumah. Lebih Terang Dinding kaca juga mendominasi bagian lain di rumah ini, utamanya yang berhadapan dengan area luar. Ini menjadikan Fredy dan keluarganya dapat berhemat listrik. Fredy yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang masih balita, serta dua asisten rumah tangganya, tak memerlukan lampu di siang hari. Cahaya alami begitu mudah masuk ke dalam rumah dan meneranginya. Bahkan menurut sang istri, sampai pukul 6 sore pun rumah di perumahan elit Bumi Serpong Damai ini tak terasa gelap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *