Note vs Note

Setelah merasa percaya diri memenangi tampuk juara penjualan di Tiongkok, Xiaomi mulai menyanyi lewat produk highend. Kendati tak bisa lagi main-main harga miring, tetapi di situlah pabrikan ini menunjukkan kelasnya. Tampak benar ngotot ingin duduk setara dengan raja Android, Samsung. Kali ini yang ingin diusik adalah seri Galaxy Note 4. Samsung Galaxy Note 4 (SGN4) adalah babak baru Samsung melakukan gubahan desain dan konstruksi smartphone. Lebih kokoh, tak terkesan ringkih, juga ada sedikit tone di beberapa sisi.

Note vs Note

Stylus masih tetap jadi moda perintah dan input, yang lalu dikembangkan lebih impresif sekaligus mengoptimalkan peran infrared. Berbekal tiga seri sebelumnya, pun adopsi teknologi dari seri-seri gacoan, Galaxy S, kian melengkapi keandalan SGN4. Sementara, si anak bawang, Xiaomi, belum punya banyak portfolio. Seri RedMi Note (sudah beredar di Indonesia seharga Rp 2,3 jutaan) kendati telah memamerkan keterkinian fi tur, namun tak cukup dianggap sebagai hero. Tetapi dari seri ini lantas mengalirkan generasi penerus. Ada Mi Note, ada Mi Note Pro. Bedanya ada pada sistem operasi. Yang kedua sudah menggunakan Lollipop. Kontan, pemerhati gadget dunia sontak mengadu dua seri ini. Sebagian pengamat bilang, Xiaomi memang ingin benarbenar membuat Samsung takluk.

Muncul pada CES 2015 (Amerika). Masih menunggu tanggal rilis. Yang jelas, versi Mi Note sudah beredar di Tiongkok pada akhir Januari. Sementara Mi Note Pro menyusul pada awal Februari. Itu pun baru di negeri asalnya. Indonesia belum kebagian jatah. Sebab, masih menggenjot seri RedMi 1S dan RedMi Note. Harga paling mahal untuk seluruh seri produk Xiaomi. Dibanderol sekitar Rp 6,7 Jutaan. Dijual lewat on-line, baru setelah itu melalui retail tradisional. Dibalut oleh frame metal (baja). Dikompres setipis mungkin hingga hanya tersisa 7 mm saja. Rasio layar dengan bodi sebesar 74,25 persen. Meletakkan kamera utama di ujung belakang ditemani dua buah LED Flash. Konsepnya simple. Bobotnya pun lebih ringan, hanya 161 gram.

Jika Mi Note masih pakai KitKat, maka Note Pro telah menggunakan Lollipop (5.0). Ini adalah perangkat pertama Xiaomi yang paling up date. Dimensi diagonal sama, yaitu 5,7 inci. Resolusi dan kedalaman pixelitas pun persis 1440 x 2560 pixel dan 515 ppi. Yang membedakan adalah material layar, seri ini memakai Quad HD bikinan Sharp. Kemudian dilapis oleh Gorilla Glass 3. Di punggung masih dilapis lagi oleh Gorilla Glass varian lama. Merupakan smartphone dua lapis. Qualcomm menyiapkan subbrand Snapdragon 801 untuk seri ini. Konfi gurasinya octa-core (delapan inti) dengan kecepatan komputasi mencapai 2 GHz. Sementara prosesor grafi s memilih Adreno 430. Kombinasi yang mampu memacu performa optimal, namun efi sien memakai energi. Xiaomi seperti Apple saja. Tidak mau menambahkan memori eksternal (microSD).

Sebab, toh pengguna cukup disediakan fl ash memory sebesar 64 GB. Sementara itu, RAM-nya justru ditingkatkan yaitu 4 GB (Tepatnya 4096 MB). Rasanya tak akan berlebih data atau fi le Anda simpan. Penjepret obyek bidik mentok di resolusi 13 MP buatan Sony. Tapi ogah kasih resolusi bawah demi selfi e. Kamera depan terukur di resolusi 4 MP. Fitur yang disodorkan tak terlalu banyak. Tetapi produk kamera Xiaomi termasuk layak diperhitungkan. Terbukti pada seri RedMi 1S saja, menghasilkan foto yang di atas rata-rata. Kalau tertarik seri ini, maka Anda harus memotong dua kartu SIM Anda menjadi ukuran micro dan nano. Keduanya stand by alias dual aktif. Tetapi yang penting keduanya sudah berkualifi kasi 4G LTE. Dengan desain unibody, baterai Mi Note Pro tak bisa dilepas-pasang. Sementara kapasitasnya sebesar 3.080 mAH. Tak mau kalah dengan Note 4 untuk mempercepat proses isi ulang disediakan aplikasi Quick Charge 2.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *