Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Kesehatan Miss V

• Cuci Miss V (douching) dengan tepat, cukup membasuhnya dari arah depan (saluran kencing) ke belakang (anus) dan hanya pada bagian luar/vulvanya saja. Douching yang berlebihan, selain menyebabkan iritasi, juga dapat menyebabkan kuman jahat mati dan kuman baik juga ikut mati.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

• Vagina memiliki mekanisme self-cleansing sehingga tak perlu dibantu dengan produk feminine hygiene yang banyak di pasaran, tanpa anjuran dokter.

• Hindari makanan beraroma tajam, semisal bawang. • Penggunaan pantyliner setiap hari sebenarnya tak masalah, selama cocok dengan pantyliner yang di gunakan. Tapi, kalau sudah menyebabkan iritasi, berhenti memakainya ya ma. Gunakan seperlunya saja.

• Cegah kanker leher rahim dengan Pap’s smear rutin dan vaksin kanker leher rahim. Pap’s smear dianjurkan bagi perempuan yang sudah menikah/berhubungan intim untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel ganas ataupun sel menuju arah ganas di leher rahim, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin bila ditemukan sel ganas.

Kontrasepsi dengan Angka Keberhasilan Paling Tinggi

Coba Mama tebak kontrasepsi apa yang angka keberhasilannya paling tinggi? Jawabnya… kontrasepsi permanen! Kontrasepsi permanen disebut juga sterilisasi. Kontrasepsi permanen untuk perempuan disebut tubektomi dan vasektomi untuk lelaki. Tubektomi merupakan suatu tindakan me motong atau menutup saluran tuba falopi sehingga memutuskan jalur pertemuan ovum dan sperma. Sedangkan vasektomi adalah tindakan memotong dan menutup saluran sperma (vasdeferens) yang menyalurkan sperma keluar dari testis.

Karena metode ini tidak dapat menyebabkan kehamilan kembali secara permanen, maka kontrasepsi ini amat disarankan bagi pasangan sudah memiliki cukup anak dan tidak menginginkan menambah jumlah anak lagi. Meski angka keberhasilannya sangat tinggi, peminat tubektomi dan vasektomi di Indonesia masih rendah. Hal ini diperkirakan lantaran sifatnya yang permanen.

Bila Gagal Bila setelah menggunakan KB tapi Mama tetap hamil, ini menunjukkan bahwa telah terjadi kegagalan. Memang, alat kontrasepsi tidak menjadi 100% berhasil. Ada beragam faktor penyebabnya. Cara pemakaiannya yang salah, tidak sesuai anjuran/ketentuan. Misalnya pil KB tidak diminum setiap hari. Atau, metode kontrasepsi yang dipakai tidak efektif untuk Mama. Konsultasikan pada dokter/bidan bila hal ini terjadi.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *