Monthly Archives: August 2021

Rekayasa Sana-Sini

Kementerian Koordinator Kemaritiman menawarkan rekayasa teknis atas reklamasi Pulau G. Fasilitas PLN » Mendesain ulang alur keluar air pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang. » Menyusun simulasi hidrodinamika berdasarkan konfgurasi usul pengembang. » Membangun tanggul masif di Pulau G untuk mengatur sirkulasi air pendingin. » Membangun sodetan di Pulau G berupa dua pipa yang berfungsi sebagai pembuangan air pendingin untuk mendukung program penambahan kapasitas PLTU Muara Karang pada 2019 sebanyak 500 megawatt dari kapasitas semula 1.200 megawatt.

Memotong sebagian kecil bagian selatan Pulau G untuk jalur keluar air pendingin PLTU. Jalur Pelayaran » Membuat perlintasan nelayan dari dan ke Pelabuhan Muara Angke berupa kanal vertikal dengan lebar sekitar 300 meter. Nasib Pipa Pertamina » Membuat jarak ujung terluar kaki tanggul reklamasi dengan pipa bawah laut sejauh 75 meter. » Merancang desain tanggul masif agar tak mengganggu pipa bawah tanah milik PT Pertamina Hulu Energi.

Bolehkah Menggendong Si Batita

Saat hamil anak kedua, tak jarang si kakak sedikit-sedikit merengek, “ma, gendong, ingin menolak, kok, enggak tega. Duh, bagaimana, ya” walau secara fisik, mama masih mampu menggendong batita, kondisi janin di trimester kedua juga semakin kuat, sebaiknya tahan dulu sebelum mengangkat yang berat-berat. Pasalnya, aktivitas ini bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mama ataupun janin.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Mamil sebaiknya menyadari, bila kehamilan sudah semakin tua, maka tingkat kewaspadaan, keterampilan, serta kemampuan fisik bisa berkurang akibat perubahan hormon maupun fisik yang terjadi, sehingga ada baiknya untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera, kata dr. Fahmialdi, spog. Menggendong batita atau mengangkat beban berat, yang sebelum kehamilan tampaknya begitu mudah, maka saat memasuki trimester kedua, apalagi ketiga, aktivitas ini harus dilakukan secara lebih hati-hati.

Bila mama mengambil posisi yang salah atau kurang hati-hati saat mengangkat beban berat, beberapa risiko ini mungkin saja bisa terjadi. ›› nyeri panggul. Walau tubuh mama diciptakan untuk mampu menopang kehamilan, namun aktivitas yang terlalu memberatkan tetap saja berpotensi menimbulkan cedera. Tanpa mengangkat beban berat pun, tubuh mama sebenarnya sudah menopang berat janin, terlebih saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Dengan adanya penambahan berat dari luar, ditakutkan akan membuat mama mengalami nyeri panggul.

Cedera sendi atau otot. Bila cara berjalan mama salah, ditakutkan bisa menyebabkan cedera sendi atau otot akibat keseleo, ini sudah pasti akan membuat mama madi tak nyaman. Terlebih bila keseleo membuat mamil jatuh, tentu bisa membahayakan tiga orang sekaligus, yakni mama, janin, dan juga si batita yang sedang digendong. Perubahan fisik dan hormon selama hamil cenderung membuat mama jadi kurang waspada dan kurang keseimbangan, sehingga kemungkinan terjatuh besar.

Tekanan Lebih Pada Perut.

Ada kemungkinan mamil mengambil posisi yang salah saat menggendong batita atau mengangkat beban berat. Mengambil barang berat dengan cara membungkuk, misal, ditakutkan akan menimbulkan tekanan berlebih pada perut yang akhirnya berpotensi menimbulkan kontraksi, lalu mulut rahim perlahan membuka dan menipis, yang bisa menyebabkan ketuban pecah, sehingga janin berisiko lahir prematur.

Sumber : https://ausbildung.co.id/