Jangan Takut Makan Ikan Bag4

Selain agar tak bosan, juga supaya Mama mendapatkan beragam nutrisi lainnya. RAHASIA KEHEBATAN IKAN Sebenarnya, kandungan nutrisi yang terkandung dalam daging ikan tak banyak berbeda dengan kandungan dalam daging sapi atau ayam, yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bedanya ada pada jumlah, komposisi, dan jenis dari masing-masing zat gizi tersebut.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Protein pada ikan tersusun atas asam amino esensial yang lengkap dan lebih mudah dicerna dibanding protein hewani lainnya. Jenis lemak yang dimiliki ikan juga berbeda dengan daging sapi dan ayam. Lemak pada ikan berbentuk cair, bahkan di suhu rendah sekalipun, sehingga lebih tepat disebut minyak ikan, bukan lemak ikan. Hebatnya lagi, lemak tersebut bisa menekan risiko terserangnya penyakit jantung koroner, karena asam lemak tak jenuh dalam ikan akan berubah menjadi HDL (kolesterol baik) dalam tubuh yang mampu menurunkan risiko penyempitan pembuluh darah di jantung.

Sumber vitamin (A, B, D) dan mineral yang baik terkandung pula dalam daging ikan, seperti: yodium, kalsium, zink, dan zat besi. Zink merupakan mineral antioksidan yang bisa mencegah kerusakan DNA dan penuaan dini. Kalsium diperlukan untuk metabolisme tubuh, penghubung antarsaraf, kerja jantung, serta pergerakan otot. Yodium berperan penting dalam mencegah penyakit gondok dan zat besi dapat mencegah anemia. Wow, manfaatnya banyak sekali ya, Ma. Nutrisi pada ikan memang sungguh luar biasa, namun kesalahan dalam mengolahnya dapat dengan mudah menurunkan nutrisi tersebut.

Kandungan omega 3 pada ikan mudah sekali rusak dan teroksidasi akibat pemanasan suhu tinggi yang terlalu lama, semisal digoreng. Ikan yang digoreng akan kehilangan DHAnya sekitar 50%. Pengolahan yang paling baik dalam mempertahankan nutrisinya adalah dengan di-tim/kukus, dimasak menjadi hidangan berkuah atau sup, dan dipepes. Ikan yang diolah secara dibakar di atas arang atau dipanggang di oven akan berkurang pula nutrisinya sama seperti ketika ikan digoreng. Butuh ide menu masakan hari ini? Yuk, masak tim ikan! Penelitian menunjukkan, anak dari Mama yang banyak mengonsumsi ikan selama kehamilan memiliki peningkatan skor kognitif dan penurunan gejala spektrum autistik.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *