Category Archives: Parenting

Risiko Tertular Kutu

Kelihatannya”‘sepele”, tapi masalah kutu rambut sering kali menyerang anak-anak. Darimana munculnya dan bagaimana mengatasinya?  Lalu, dari mana datangnya kutu rambut? Kutu bisa jadi ditularkan pada waktu rambut anak berkontak secara langsung dan lama dengan rambut milik anak yang waktu itu sedang terinfeksi kutu rambut. Walaupun kutu tak bisa terbang maupun melompat, penyebarannya bisa saja melalui kontak dengan pakaian, sisir rambut, topi, seprai, sikat, yang terkontaminasi oleh kutu bahkan telur yang berjatuhan dari rambut.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Jadi, yang berisiko memperoleh gangguan kutu rambut ialah anak-anak yang telah kontak cukup dekat dan lama pada komunitas yang rapat dengan anak telah terinfeksi. Misal, di tempat penitipan anak, taman bermain, sekolah, dan lain sebagainya. Bila buah hati terinfeksi kutu rambut, biasanya ia akan mengeluh gatal di sekitar rambut, terutama dirasakan di bagian belakang kepala dan leher. Tapi tak semua gatal pada rambut itu artinya si anak terinfeksi kutu.

Periksalah dulu kepalanya untuk memastikan itu bukan ketombe atau pun alergi karena sampo, umpamanya. Kelihatannya”‘sepele”, tapi masalah kutu rambut sering kali menyerang anak-anak. Darimana munculnya dan bagaimana meng atasinya? Oleh: Hilman Hilmansyah Langkah pertama, dudukkan anak di tempat yang pencahayaannya cukup terang. Kemudian satu demi satu pilah rambut anak hingga pada bagian kulit kepala.

Telur akan nampak seperti butiran putih kecil dengan berukuran seperti setengah biji wijen. Telur ini memang sekilas mirip sekali dengan ketombe atau kotoran di kepala. Cara membedakannya, ambil beberapa helai rambutnya, kibaskan. Bila memang ketombe maupun kotoran, maka dua benda ini akan cukup mudah untuk lepas. Beda lagi dengan telur kutu yang melekat erat pada helai rambut walau telah dikibaskan maka tetap akan susah dilepaskan.

Kalau memang ada kutu, cara melepaskannya hanya memakai sisir rambut dengan bergigi rapat. Siapkan sisir rambut yang dapat dibeli dari apotek atau toko tradisional, kemudian basahilah rambut anak. Bagilah rambut kepala anak sehingga menjadi beberapa bagian agar mempermudah dalam area pencarian. Sisirlah dengan cara sedikit demi sedikit, dari arah akar rambut menuju ke ujung rambut untuk mendorong keluar telur kutu. Bersihkan sisir menggunakan handuk basah setiap kali Mama telah selesai membersihkan satu bagian rambut.

Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Kesehatan Miss V

• Cuci Miss V (douching) dengan tepat, cukup membasuhnya dari arah depan (saluran kencing) ke belakang (anus) dan hanya pada bagian luar/vulvanya saja. Douching yang berlebihan, selain menyebabkan iritasi, juga dapat menyebabkan kuman jahat mati dan kuman baik juga ikut mati.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

• Vagina memiliki mekanisme self-cleansing sehingga tak perlu dibantu dengan produk feminine hygiene yang banyak di pasaran, tanpa anjuran dokter.

• Hindari makanan beraroma tajam, semisal bawang. • Penggunaan pantyliner setiap hari sebenarnya tak masalah, selama cocok dengan pantyliner yang di gunakan. Tapi, kalau sudah menyebabkan iritasi, berhenti memakainya ya ma. Gunakan seperlunya saja.

• Cegah kanker leher rahim dengan Pap’s smear rutin dan vaksin kanker leher rahim. Pap’s smear dianjurkan bagi perempuan yang sudah menikah/berhubungan intim untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel ganas ataupun sel menuju arah ganas di leher rahim, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin bila ditemukan sel ganas.

Kontrasepsi dengan Angka Keberhasilan Paling Tinggi

Coba Mama tebak kontrasepsi apa yang angka keberhasilannya paling tinggi? Jawabnya… kontrasepsi permanen! Kontrasepsi permanen disebut juga sterilisasi. Kontrasepsi permanen untuk perempuan disebut tubektomi dan vasektomi untuk lelaki. Tubektomi merupakan suatu tindakan me motong atau menutup saluran tuba falopi sehingga memutuskan jalur pertemuan ovum dan sperma. Sedangkan vasektomi adalah tindakan memotong dan menutup saluran sperma (vasdeferens) yang menyalurkan sperma keluar dari testis.

Karena metode ini tidak dapat menyebabkan kehamilan kembali secara permanen, maka kontrasepsi ini amat disarankan bagi pasangan sudah memiliki cukup anak dan tidak menginginkan menambah jumlah anak lagi. Meski angka keberhasilannya sangat tinggi, peminat tubektomi dan vasektomi di Indonesia masih rendah. Hal ini diperkirakan lantaran sifatnya yang permanen.

Bila Gagal Bila setelah menggunakan KB tapi Mama tetap hamil, ini menunjukkan bahwa telah terjadi kegagalan. Memang, alat kontrasepsi tidak menjadi 100% berhasil. Ada beragam faktor penyebabnya. Cara pemakaiannya yang salah, tidak sesuai anjuran/ketentuan. Misalnya pil KB tidak diminum setiap hari. Atau, metode kontrasepsi yang dipakai tidak efektif untuk Mama. Konsultasikan pada dokter/bidan bila hal ini terjadi.

Sumber : pascal-edu.com