Ancaman di Balik Perut Buncit Bag6

Kesimpulan ini didapat setelah Lopez dan timnya menganalisis data survei nasional sebanyak 15.184 orang dewasa berusia 18-90 tahun di Amerika. Setelah perkembangan orang-orang itu diikuti selama 14 tahun, 3.222 kematian ditemukan pada mereka yang berat badannya ideal tapi lemaknya berlebih di perut. Di Indonesia, perut buncit disebut dengan obesitas sentral.

Karena tak bisa langsung diraba dari luar, tumpukan lemak visceral bisa diketahui dengan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) scan. Dari situ akan diketahui letak gumpalan lemak di perut, termasuk lemak visceral. Tapi ada juga cara yang lebih murah, yakni dengan mengukur lingkar perut. ”Pasti terasa kalau perutnya buncit,” ujar Kasim.

 

Belajar Mencari Teman

Sekitar usia 2 tahun, anak akan mulai mengembangkan minat sosialnya. Tetapi untuk dapat menjalin pertemanan, ia membutuhkan bantuan Mama Papa. Yuk, kita bantu. Saskia tampak anteng bermain boneka. Tak jauh darinya, Irma juga sedang bermain boneka. Usia keduanya terpaut hanya beberapa hari. Sama-sama perempuan.

Baca juga : Kerja di Jerman

Namu kok setelah beberapa kali menghabiskan waktu bersama, Saskia dan Irma masih saja asyik bermain sendiri-sendiri. Apa yang dilakukan Saskia dan Irma, oleh para ahli disebut sebagai bermain paralel. Artinya, anak bermain dengan anak lain tetapi tidak melakukan interaksi. Ada pula yang dikenal dengan bermain kooperatif, di sini anak bermain dengan saling berinteraksi. Menurut Titi Sahidah, dosen dan psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI Jakarta, semakin mendekati usia TK (4 tahun), ke cenderungan bermain kooperatif akan semakin tinggi.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan si kecil adalah sebagian dari anak yang lebih senang menyendiri dan menarik diri dari lingkup pergaulan. Ia tidak mau membuka diri dan terlihat cemas ketika harus berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini dikenal dengan social withdrawal, yaitu kecenderungan untuk menyendiri, disertai dengan kecemasan, ketika berhadapan dengan teman sebaya atau orang dewasa yang tidak familiar. GENETIK VS LINGKUNGAN “Social withdrawal dapat terjadi karena faktor genetis dan lingkungan,” jelas psikolog yang akrab dipanggil Titis ini.

Seperti halnya dengan jenis rambut, tinggi badan, dan warna kulit yang diwariskan pada anak, kecemasan juga merupakan hal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pada saat dilahirkan, anak telah membawa temperamen atau kecenderungan biologis dalam hal perilaku. Anak-anak dengan temperamen cemas kemungkinan lebih besar u ntuk menampilkan perilaku menarik diri secara sosial.

Namun, faktor lingkungan, yaitu gaya pengasuhan, juga memegang peranan penting dalam berkembangnya social withdrawal. Melalui lingkunganlah, anak belajar tentang kecemasan dari orangtua, pengasuh, atau orang-orang terdekat lain. Bila anak melihat orangtuanya sering kali menunjukkan rasa cemas, anak pun akan belajar menampilkan perilaku yang sama. Lebih jauh lagi, orangtua yang cenderung cepat cemas, akan memiliki kemampuan terbatas untuk mendorong anaknya mencoba hal -hal baru.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Lobi Tambang Di Pulau Bangka Bag3

”Kami harus mempersiapkan operasi dengan membangun fasilitas,” kata Yang. PT Mikgro Metal Perdana adalah perusahaan penanaman modal asing yang 89 persen sahamnya dimiliki PT Allindo Indonesia. Allindo adalah bagian dari Grup Aempire Resource, induk usaha yang bermarkas di Cina. Sisa saham dimiliki oleh mitra lokal, PT Abang Resource Indonesia dan PT Anugerah Multi Investama.

Mikgro mengantongi kuasa eksplorasi pertambangan di Minahasa Utara sejak 2008. Saat itu luas wilayah tambangnya 1.300 hektare. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara mengubah izin PT Mikgro menjadi izin usaha pertambangan. Bupati Minahasa Utara Sompie Singal kemudian memperluas wilayah tambang perusahaan menjadi 2.000 hektare melalui Surat Keputusan Nomor 162 Tahun 2010.

Jangan Takut Makan Ikan Bag4

Selain agar tak bosan, juga supaya Mama mendapatkan beragam nutrisi lainnya. RAHASIA KEHEBATAN IKAN Sebenarnya, kandungan nutrisi yang terkandung dalam daging ikan tak banyak berbeda dengan kandungan dalam daging sapi atau ayam, yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bedanya ada pada jumlah, komposisi, dan jenis dari masing-masing zat gizi tersebut.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Protein pada ikan tersusun atas asam amino esensial yang lengkap dan lebih mudah dicerna dibanding protein hewani lainnya. Jenis lemak yang dimiliki ikan juga berbeda dengan daging sapi dan ayam. Lemak pada ikan berbentuk cair, bahkan di suhu rendah sekalipun, sehingga lebih tepat disebut minyak ikan, bukan lemak ikan. Hebatnya lagi, lemak tersebut bisa menekan risiko terserangnya penyakit jantung koroner, karena asam lemak tak jenuh dalam ikan akan berubah menjadi HDL (kolesterol baik) dalam tubuh yang mampu menurunkan risiko penyempitan pembuluh darah di jantung.

Sumber vitamin (A, B, D) dan mineral yang baik terkandung pula dalam daging ikan, seperti: yodium, kalsium, zink, dan zat besi. Zink merupakan mineral antioksidan yang bisa mencegah kerusakan DNA dan penuaan dini. Kalsium diperlukan untuk metabolisme tubuh, penghubung antarsaraf, kerja jantung, serta pergerakan otot. Yodium berperan penting dalam mencegah penyakit gondok dan zat besi dapat mencegah anemia. Wow, manfaatnya banyak sekali ya, Ma. Nutrisi pada ikan memang sungguh luar biasa, namun kesalahan dalam mengolahnya dapat dengan mudah menurunkan nutrisi tersebut.

Kandungan omega 3 pada ikan mudah sekali rusak dan teroksidasi akibat pemanasan suhu tinggi yang terlalu lama, semisal digoreng. Ikan yang digoreng akan kehilangan DHAnya sekitar 50%. Pengolahan yang paling baik dalam mempertahankan nutrisinya adalah dengan di-tim/kukus, dimasak menjadi hidangan berkuah atau sup, dan dipepes. Ikan yang diolah secara dibakar di atas arang atau dipanggang di oven akan berkurang pula nutrisinya sama seperti ketika ikan digoreng. Butuh ide menu masakan hari ini? Yuk, masak tim ikan! Penelitian menunjukkan, anak dari Mama yang banyak mengonsumsi ikan selama kehamilan memiliki peningkatan skor kognitif dan penurunan gejala spektrum autistik.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Hikayat Dahana Di Bukit Tursina Bag2

Ketika dikunjungi pada siang itu, hanya ada sebuah papan proyek berukuran sekitar satu meter persegi terpancang di pinggir lahan. Isinya: ”Tanah milik PT Kaltim Amonium Nitrat untuk Pembangunan Pabrik Amonium Nitrat”. Kaltim Amonium Nitrat adalah perusahaan patungan bentukan Dahana dan Pupuk Kaltim. PT Dahana mengumumkan rencana pembangunan pabrik amonium nitrat itu pada 19 November 2015. Kaltim Amonium Nitrat semestinya sudah memulai pekerjaan di lahan tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Dahana Bambang Agung, yang menandatangani head of agreement antara Dahana dan Pupuk Kaltim pada November tahun lalu, pernah mengatakan perusahaan menargetkan pengoperasian perdana pabrik amonium nitrat pada 2018. Mamat Ruhimat, Sekretaris Perusahaan PT Dahana, mengatakan proyek pabrik amonium nitrat senilai US$ 134 juta ini bukannya tak digarap.

Langkah Membentuk Identitas Gender Bag2

Melalui berbagai mainan dan bermain peran, kita bisa menanamkan rasa empati pada anak laki-laki kepada anak perempuan dan sebaliknya. Selain itu, kenalkan anak pada beragam mainan lain yang tidak menjurus pada gender tertentu atau netral. • HINDARI DISKRIMINASI GENDER

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Sering, kan, dalam tayangan teve atau buku-buku dilukiskan, ibu bertugas di dapur sedangkan ayah bekerja kantoran; ibu begitu perhatian mengurus anak-anaknya sedangkan ayah asyik menonton teve. Ini yang dimaksud sebagai bentuk diskriminasi gender. Padahal, untuk mendapatkan konsep diri yang positif, sejak dini anak perlu diberikan penjelasan secara proporsional mengenai ke setaraan dan kemitraan antara laki-laki dan perempuan. Bila laki-laki boleh bekerja di kantor, perempuan pun boleh. Bila ayah ingin turun ke dapur, tidak berarti ia jadi tampak feminin.Pada dasarnya setiap orang perlu makan dan karenanya harus bisa mengolah makanan.

Ketika Anak Menunjukkan Gejala Lgbt

YANG TAK BOLEH DILAKUKAN ORANG TUA: • Langsung mencap anak sebagai pendosa, memojokkan, dan menghukumnya. Hal ini hanya membuatnya menjauh dari orangtua karena telanjur merasa ditolak lingkungan, termasuk orangtuanya. Pertahanan diri anak yang belum kuat, sampai tahap tertentu akan membuatnya stres, depresi, dan pada beberapa kasus malah jadi penyebab kasus bunuh diri. Perasaan ditolak juga menempatkan anak pada posisi no where to run alias buntu.

Mau tak mau, ia mencari teman senasib yang bisa menerima keadaannya. Ia pun jadi berpikir, dunia heterogen tidak adil baginya, jadi lebih baik bersama teman yang “sama”. • Memaksa anak bergabung ke lingkungan tertentu kendati maksudnya baik. Misal, anak laki-laki dipaksa ikut bela diri atau anak perempuan diharuskan ikut kursus pengembangan kepribadian. Pemaksaan hanya membuat anak berontak dan bukan tak mungkin malah mencari teman “senasib” di lingkungan barunya itu.

YANG BISA DILAKUKAN ORANGTUA: • Bersikaplah arif. Pahami, anak juga tak mau dirinya jadi berbeda. • Introspeksi diri, apa yang salah dengan hubungan orangtua anak, sehingga anak mencari “kedamaian” di luar yang kita harapkan. • Ajak anak bicara dari hati ke hati , bantu dia mengeluarkan perasaannya, dan ulurkan bantuan. Sikap orangtua yang terbuka, berempati, dan bersedia bersama-sama mencari jalan keluar, jutsru akan menyelamatkan keadaan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Rekayasa Sana-Sini

Kementerian Koordinator Kemaritiman menawarkan rekayasa teknis atas reklamasi Pulau G. Fasilitas PLN » Mendesain ulang alur keluar air pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang. » Menyusun simulasi hidrodinamika berdasarkan konfgurasi usul pengembang. » Membangun tanggul masif di Pulau G untuk mengatur sirkulasi air pendingin. » Membangun sodetan di Pulau G berupa dua pipa yang berfungsi sebagai pembuangan air pendingin untuk mendukung program penambahan kapasitas PLTU Muara Karang pada 2019 sebanyak 500 megawatt dari kapasitas semula 1.200 megawatt.

Memotong sebagian kecil bagian selatan Pulau G untuk jalur keluar air pendingin PLTU. Jalur Pelayaran » Membuat perlintasan nelayan dari dan ke Pelabuhan Muara Angke berupa kanal vertikal dengan lebar sekitar 300 meter. Nasib Pipa Pertamina » Membuat jarak ujung terluar kaki tanggul reklamasi dengan pipa bawah laut sejauh 75 meter. » Merancang desain tanggul masif agar tak mengganggu pipa bawah tanah milik PT Pertamina Hulu Energi.

Bolehkah Menggendong Si Batita

Saat hamil anak kedua, tak jarang si kakak sedikit-sedikit merengek, “ma, gendong, ingin menolak, kok, enggak tega. Duh, bagaimana, ya” walau secara fisik, mama masih mampu menggendong batita, kondisi janin di trimester kedua juga semakin kuat, sebaiknya tahan dulu sebelum mengangkat yang berat-berat. Pasalnya, aktivitas ini bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mama ataupun janin.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Mamil sebaiknya menyadari, bila kehamilan sudah semakin tua, maka tingkat kewaspadaan, keterampilan, serta kemampuan fisik bisa berkurang akibat perubahan hormon maupun fisik yang terjadi, sehingga ada baiknya untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera, kata dr. Fahmialdi, spog. Menggendong batita atau mengangkat beban berat, yang sebelum kehamilan tampaknya begitu mudah, maka saat memasuki trimester kedua, apalagi ketiga, aktivitas ini harus dilakukan secara lebih hati-hati.

Bila mama mengambil posisi yang salah atau kurang hati-hati saat mengangkat beban berat, beberapa risiko ini mungkin saja bisa terjadi. ›› nyeri panggul. Walau tubuh mama diciptakan untuk mampu menopang kehamilan, namun aktivitas yang terlalu memberatkan tetap saja berpotensi menimbulkan cedera. Tanpa mengangkat beban berat pun, tubuh mama sebenarnya sudah menopang berat janin, terlebih saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Dengan adanya penambahan berat dari luar, ditakutkan akan membuat mama mengalami nyeri panggul.

Cedera sendi atau otot. Bila cara berjalan mama salah, ditakutkan bisa menyebabkan cedera sendi atau otot akibat keseleo, ini sudah pasti akan membuat mama madi tak nyaman. Terlebih bila keseleo membuat mamil jatuh, tentu bisa membahayakan tiga orang sekaligus, yakni mama, janin, dan juga si batita yang sedang digendong. Perubahan fisik dan hormon selama hamil cenderung membuat mama jadi kurang waspada dan kurang keseimbangan, sehingga kemungkinan terjatuh besar.

Tekanan Lebih Pada Perut.

Ada kemungkinan mamil mengambil posisi yang salah saat menggendong batita atau mengangkat beban berat. Mengambil barang berat dengan cara membungkuk, misal, ditakutkan akan menimbulkan tekanan berlebih pada perut yang akhirnya berpotensi menimbulkan kontraksi, lalu mulut rahim perlahan membuka dan menipis, yang bisa menyebabkan ketuban pecah, sehingga janin berisiko lahir prematur.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Baja Lancung Masuk Konstruksi Bag6

Sebab, masyarakat cukup percaya pada logo SNI yang tertera di batangan besi beton. ”Pembeli juga tidak bertanya merek atau lainnya,” kata pedagang tersebut. Meski mencantumkan logo SNI, diameter besi baja beton banci nyatanya memang tak persis tepat. Tempo mengukur sendiri besi baja ukuran 10 dan 12 milimeter saat menyambangi sebuah toko bangunan di Sidoarjo itu. Menggunakan jangka sorong digital, diameter masing-masing besi beton itu hanya berukuran 9,7 dan 11,7 milimeter. Menurut Hidajat, merujuk pada SNI 2052 Tahun 2014, ukuran baja tulangan beton untuk kebutuhan konstruksi dimulai dari diameter 6, 8, 10, 12, sampai 50 milimeter. l l l MASIFNYA peredaran baja di bawah standar keselamatan bangunan ini bermula saat banyak pabrik peleburan baja dari Cina masuk ke Indonesia.

Saatnya Mengejan untuk Mama Melahirkan

Persalinan harus disiapkan dengan matang sehingga proses yang dijalani berlangsung lancar. Walau Mama jauh – jauh hari sudah menyiapkan fisik dan mental agar prima, tetap saja muncul rasa cemas menghadapi persalinan. Wajar, kok, Ma! Apalagi jika ini kelahiran pertama, berbagai kekhawatiran bisa saja muncul. Umumnya, karena Mama merasa tidak yakin, dari tak yakin bisa menahan sakit, bisa berhasil melahirkan normal, hingga kondisi si kecil, apakah sehat dan normal, dll.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Sekali lagi, hal ini wajar, Ma! Hanya saja, kekhawatirannya jangan berlebihan. Khawatir berlebihan menyebabkan otot-otot tubuh dan seluruh saraI menjadi tegang. Ujung – ujungnya, mental yang sejak awal disiapkan malah jadi kendur. Alhasil, ini akan memengaruhi proses persalinan, terutama ketika mengejan. Pasalnya, kekuatan Mama untuk mengejan akan mendukung kelancaran proses bersalin.

Mendukung Kontraksi Rahim

Mengejan adalah bagian dari proses persalinan dimana Mama berusaha untuk mengeluarkan bagian terbawah dari janin, bisa kepala atau bokong bila posisi sungsang. Caranya, dengan melakukan tekanan pada perut bagian bawah atau di dasar panggul seperti hendak buang air besar. Mengejan bisa membantu otot rahim mendorong janin menuju ke jalan lahir. Jadi, mengejan itu mendukung kontraksi rahim untuk proses melahirkan sang jabang bayi dari dalam rahim Mama.

Mengejan merupakan tahap akhir dalam persalinan sebelum Mama bertemu dengan sang jabang bayi. Ini mungkin periode persalinan yang dirasa menyakitkan dan menjadi sumber ketakutan serta kekhawatiran. Maka yang penting juga diperhatikan, Mama perlu mengetahui cara mengejan yang benar sehingga terhindar dari efek samping atau komplikasi dari mengejan itu sendiri. Ya, kemampuan Mama untuk mengejan dengan benar akan menentukan keadaan bayi yang dilahirkan.

Bila seluruh keadaan bayi dan kondisi jalan lahir Mama memenuhi syarat untuk dilangsungkan proses persalinan normal, tetapib 0ama tak mampu mengejan dengan baik, bayi akan terlalu lama berada di jalan lahir (dasar panggul). Kondisi ini menjadikan bayi dalam kandungan merasa tidak aman. Efeknya, saat lahir, kondisi bayi bisa lemah atau bahkan mengalami gangguan pernapasan, tidak bisa menangis, serta bayi tampak tidak bugar.

Sumber : https://ausbildung.co.id/